Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015



Jangan seperti ini

Hai, sibuk dengan pekerjaan atau masalah yang mengelilingi Anda? Terkadang hal tersebut membuat Anda asal makan makanan. Pikiran yang penting kenyang merasuk begitu saja. Akibatnya, Anda tidak mendapatkan gizi yang sehat dan layak.
Makan siang merupakan tahap penting pemenuhan gizi kita. Perencanaan makan siang bergizi akan menghemat waktu dan membantu Anda menghindari "ambil yang bisa saya makan karena saya lapar". Berdasar lansiran vemale.com , Anda dapat memikirkan resep untuk makan siang dengan cara berikut :

  1.  makanan yang awet walau waktu terus berlalu, beku, panas, dan makan (termasuk sup dan semur). 
  2.  makanan yang dapat Anda buat sebagian yang membutuhkan sedikit waktu (kacang-kacangan atau beras yang dapat dibekukan) 
  3.  makanan yang dibuat pada jam atau waktu di malam sebelumnya dan dapat disimpan dengan benar (misalnya salad).
Sudah tidak bingung memikirkan cara memikirkan resep di saat makan siang ketika sibuk kan?

Jumat, 13 Februari 2015

 

Assalammualaikum sobat
Pasti sudah nggak asing lagi sama yang namanya ilmu. Ilmu memang wajib kita cari. Bahkan ada hadist yang mengatakan “Carilah ilmu walau ke negeri China”. Berarti, ilmu itu sangat penting dalam kehidupan kita mulai lahir sampai mati terutama untuk meningkatkan derajat seseorang dalam dunia pendidikan. Nggak ada salahnya kok nyari ilmu asalkan berguna bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Bicara soal ilmu, aku hanya ingin menuliskan ilmu yang aku dapat dari guruku Fiqih, yaitu Bapak Jazuli. Beliau mengajari banyak tentang syariat Islam . Yang ingin kusalurkan kepada pembaca yaitu soal ilmu, ilmu yang kita cari harus setinggi-tinggi dan sebanyak-banyaknya. Namun, apakah iman kita juga bertambah sejalan dengan bertambahnya ilmu kita? Harusnya lebih dari ilmu yang kita cari. Kemarin, saat pelajaran Pak Jazuli, beliau berpesan “Ilmu itu memang penting, namun tidak ada gunanya jika ilmu tersebut tidak menambahkan iman kita kepada Allah SWT.” Memang benar, ilmu yang kita dapatkan jangan sampai mengalahkan iman kita kepada Tuhan. Jangan sampai, kita sudah tau cara menerapkannya, justru menggunakan cara yang tidak sesuai dengan ilmunya atau bahkan tidak menerapkannya. Terutama dalam urusan dengan Tuhan. Jadi sobat, -Ilmu dan Iman, harus sejalan-.

coklat
Anda penggemar coklat? Atau mungkin sedang mencoba resep baru cake yang mengharuskan Anda melelehkan cokelat untuk bahan di dalamnya? Seringkali kegiatan melelehkan coklat ini tidak bisa dianggap sepele. Bagaimana pun, banyak yang tidak berhasil dan malah mengacaukan bahan coklat mereka yang mahal dan malah tidak sesuai harapan.
Nah, berdasarkan vemale.com, salah satu faktor yang membuat Anda gagal melelehkan coklat karena Anda terlalu tinggi menyalakan api sehingga panci untuk melelehkan cokelat terlalu panas. Hal ini akan menyebabkan hasil lelehan coklat tidak baik. Bukannya mendapatkan coklat cair yang halus, lembut dengan konsistensi kental yang ringan, Anda malah mendapatkan lelehan coklat yang kasar, sulit diangkat dan bahkan hangus.
Cara terbaik untuk mencairkan atau melelehkan cokelat adalah dengan melakukannya perlahan.
1.      Taruh cokelat di dalam wadah cekung (mangkuk) aluminium atau wadah penghantar panas yang baik.
2.      Nyalakan api kecil, dan aduk perlahan.
3.      Angkat wadah sebelum wadah menjadi benar-benar panas. Jangan tunggu lama, sebelum coklat leleh sepenuhnya, angkat wadah dan aduk hingga halus sambil menunggu sisa panas menguap dari wadah.
Jika menggunakan microwave, lakukan dengan hati-hati dan keluarkan coklat 20-30 detik sekali untuk mengaduk dan mengecek tekstur coklat.
Jika menggunakan air panas, letakkan panci berisi air di atas kompor, dan tunggu hingga air di dalam panci menghangat. Masukkan wadah coklat di atas air hangat dan lelehkan perlahan.
Nah, coba praktekkan di rumah ya. Memang tidak boleh terburu-buru dan menggunakan suhu panas saat melelehkan coklat. Jika tidak ingin membuang coklat kesayangan Anda dengan sia-sia. Semoga bermanfaat.

Jumat, 30 Januari 2015


 
Hai, jika kita menyukai semua jenis sayuran, kita pasti tidak asing lagi dengan terong, atau mungkin suka memasak terong untuk keluarga kita. Kita pasti juga menyadari bahwa saat dipotong, terong atau terung ini suka berubah warna jika dibiarkan begitu saja.

Meskipun kita sudah membersihkan pisau dengan benar dan yakin bahwa pisau kita tidak bermasalah, namun terong tetap saja berubah warna. Sebenarnya, ini adalah pertanda baik, karena perubahan warna terung saat dipotong ini menunjukkan bahwa terong memiliki antioksidan kuat yang bermanfaat untuk tubuh.
Nah, untuk mencegah agar terong tidak berubah warna saat dipotong, berdasarkan steamingpot.com, adalah dengan cara merendamnya di dalam air garam. Siapkan dulu wadah besar berisi air dan tambahkan 1 sendok teh atau 1 sendok makan garam ke dalam air tersebut.
Tergantung seberapa banyak air yang ada di dalam wadah. Jika kita tidak mau terong berubah jadi sangat asin, maka bubuhkan garam secukupnya saja. Segera setelah kita memotong terong, masukkan ke dalam air asin tersebut.

Biarkan beberapa menit, dan bukannya terong kita yang berubah kecoklatan, melainkan air garam tersebut yang akan keruh dan berwarna kecoklatan. Setelah itu bisa dibuang airnya dan cuci dengan air bersih, bisa diolah menjadi masakan favorit kita.

Tips ini juga berlaku untuk menghilangkan rasa pahit pada terong jika terong Kita terasa agak pahit. Nah, silahkan mencobanya di rumah.