Sejauh melangkah, kaki memang terasa
lelah. Jiwa yang harus mengalah kepada kehidupan yang susah. Aku harus mampu
melawan tantangan dari semua arah. Aku tahu, ini memang berat di pundakku. Dan
aku mengerti ini tidak mudah untuk kulalui. Aku tak lagi bisa kembali ke masa
lalu, aku tak lagi bisa merubah masa lalu. Kecewa hanya akan menyia-nyiakan
diriku. Percaya diri adalah moral. Kebenaran adalah suatu kepercayaan, hadapi
segala rintangan. Aku harus tetap berjalan ke depan dengan segala cobaan dan
ujian dari Tuhan. Yakin, semua pasti ada jalan untuk terang di masa depan.
Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Januari 2015
Senin, 12 Januari 2015
13.21 by UnknownNo comments
Ilmu adalah suatu hal yang penting untuk
meningkatkan derajat manusia di dunia pendidikan. Jika kita sekarang diambang
kelulusan, pasti kita selalu berfikir kemanakah kita akan melanjutkan tempat
belajar kita? Mulai dari TK, SD, SMP sudah kulalui. Dan kini aku berada pada
tingkat SMA di MAN3 Kediri. Apakah aku sudah berfikir akan kemana nantinya? Tentunya
sudah, tapi hati ini masih bingung dengan beberapa pilihanku. Sejak SMP kelas 1
aku sudah berfikir jika lulus SMA akan melanjutkan ke STAN mengambil
perpajakan. Seiring berjalannya waktu, aku juga didukung orang-orang terdekatku
terutama orang tuaku untuk daftar AKPOL. Usaha yang aku lakukan, mungkin belum
ada apa-apanya dengan ikut TO STAN, mencoba soal-soal, dan olahraga sekaligus meningkatkan
berat badan untuk daftar AKPOL. Di masa SMA ini, aku juga tertarik dengan dunia
perkuliahan di bidang arsitek karena aku suka menggambar, utamanya di ITB. Aku
berminat masuk jurusan arsitek, tak peduli dimana universitasnya. Namun, tetap
arsitek. Di semester 5 lalu, aku juga ditawari kakakku untuk daftar di Bank Mandiri dan kuliah di Kediri saja. Entahlah, planningku {AKPOL, arsitektur(SBMPTN), STAN, dan daftar di Bank}. Hanya Tuhan yang tahu aku pantas
dimana dan akan menjadi apa nantinya. Semoga, salah satu dari semua rencanaku
akan terwujud di masa depanku. Amiin
Jumat, 09 Januari 2015
12.30 by UnknownNo comments
RINTIK YANG TAK PERNAH PADAM
Dalam kesunyian yang menerpa jiwaku. Mimpi? Ini
bukan mimpi. Ini asli, tak dapat dipungkiri. Aku sudah belasan tahun hidup di
dunia ini, namun 5 waktu yang tak sempurna untuk menghadapMu masih belum bisa menebus beratnya dosa yang kubawa.
Orangtua? Mereka belum mendapat apa-apa dariku, hanya tangisan dari mereka yang
kuberikan. Kakak? Adik? Sering aku bercekcok, entah masalah apa dan tak ada
habis-habisnya. Teman apalagi? Banyak dari mereka yang mengejekku karena egoisku
atau karena keterlaluanku. Cinta, ya, mungkin hanya itu yang kupunya untuk
mereka-mereka yang mengejek dan menghina. Tak pernah terbersit dalam pikirku
untuk menuntut mereka membalasnya. Sikapku kepada mereka, mungkin memang
terkesan bodoh, tidak masuk akal, menjengkelkan. Tapi, itulah ungkapan kasih
sayangku kepada kalian.
Tuhan, hari ini aku telah banyak berbuat dosa,
hari ini aku belum bisa membahagiakan orang tua, bahkan hari ini aku telah
membuat orang-orang disekelilingku kecewa. Maafkan mereka yang telah
membenciku, maafkan mereka yang telah mengejekku, terkhusus maafkan orangtuaku
yang telah memarahiku.
Terus terjerat dalam penat. Tak tahu apa yang
kufikirkan, bahkan bingung dengan apa yang kuperbuat saat itu. Hingga, sangat
terasa hembusan udara yang keluar dari hidung kecilku. Tuhan sangat luar biasa,
tak dapat seorang pun meremehkan ciptaan Nya. Setitik yang dibuat Nya, selalu
mengalahkan hati kecil ini untuk tetap bersyukur akan kehidupan yang Ia
berikan. Semua masalah yang kualami, selalu terbalas dengan indahnya rintikan
hujan yang seakan berlomba dengan air mata ini.
Menangis memang satu dari
caraku mengalahkan kesedihan akan ujian dan rezeki dari Nya. Dan hujan
terkadang menemaninya. Terimakasih Tuhan, rintik dariMu akan menguatkanku agar aku
dapat hidup setegar cinta ayah dan ibuku.
Langganan:
Postingan (Atom)









