Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2015

Sejauh melangkah, kaki memang terasa lelah. Jiwa yang harus mengalah kepada kehidupan yang susah. Aku harus mampu melawan tantangan dari semua arah. Aku tahu, ini memang berat di pundakku. Dan aku mengerti ini tidak mudah untuk kulalui. Aku tak lagi bisa kembali ke masa lalu, aku tak lagi bisa merubah masa lalu. Kecewa hanya akan menyia-nyiakan diriku. Percaya diri adalah moral. Kebenaran adalah suatu kepercayaan, hadapi segala rintangan. Aku harus tetap berjalan ke depan dengan segala cobaan dan ujian dari Tuhan. Yakin, semua pasti ada jalan untuk terang di masa depan.


Senin, 12 Januari 2015





Ilmu adalah suatu hal yang penting untuk meningkatkan derajat manusia di dunia pendidikan. Jika kita sekarang diambang kelulusan, pasti kita selalu berfikir kemanakah kita akan melanjutkan tempat belajar kita? Mulai dari TK, SD, SMP sudah kulalui. Dan kini aku berada pada tingkat SMA di MAN3 Kediri. Apakah aku sudah berfikir akan kemana nantinya? Tentunya sudah, tapi hati ini masih bingung dengan beberapa pilihanku. Sejak SMP kelas 1 aku sudah berfikir jika lulus SMA akan melanjutkan ke STAN mengambil perpajakan. Seiring berjalannya waktu, aku juga didukung orang-orang terdekatku terutama orang tuaku untuk daftar AKPOL. Usaha yang aku lakukan, mungkin belum ada apa-apanya dengan ikut TO STAN, mencoba soal-soal, dan olahraga sekaligus meningkatkan berat badan untuk daftar AKPOL. Di masa SMA ini, aku juga tertarik dengan dunia perkuliahan di bidang arsitek karena aku suka menggambar, utamanya di ITB. Aku berminat masuk jurusan arsitek, tak peduli dimana universitasnya. Namun, tetap arsitek. Di semester 5 lalu, aku juga ditawari kakakku untuk daftar di Bank Mandiri dan kuliah di Kediri saja. Entahlah, planningku {AKPOL, arsitektur(SBMPTN), STAN, dan daftar di Bank}. Hanya Tuhan yang tahu aku pantas dimana dan akan menjadi apa nantinya. Semoga, salah satu dari semua rencanaku akan terwujud di masa depanku. Amiin

Jumat, 09 Januari 2015



RINTIK YANG TAK PERNAH PADAM

      Dalam kesunyian yang menerpa jiwaku. Mimpi? Ini bukan mimpi. Ini asli, tak dapat dipungkiri. Aku sudah belasan tahun hidup di dunia ini, namun 5 waktu yang tak sempurna untuk menghadapMu masih  belum bisa menebus beratnya dosa yang kubawa. Orangtua? Mereka belum mendapat apa-apa dariku, hanya tangisan dari mereka yang kuberikan. Kakak? Adik? Sering aku bercekcok, entah masalah apa dan tak ada habis-habisnya. Teman apalagi? Banyak dari mereka yang mengejekku karena egoisku atau karena keterlaluanku. Cinta, ya, mungkin hanya itu yang kupunya untuk mereka-mereka yang mengejek dan menghina. Tak pernah terbersit dalam pikirku untuk menuntut mereka membalasnya. Sikapku kepada mereka, mungkin memang terkesan bodoh, tidak masuk akal, menjengkelkan. Tapi, itulah ungkapan kasih sayangku kepada kalian.

    
      Tuhan, hari ini aku telah banyak berbuat dosa, hari ini aku belum bisa membahagiakan orang tua, bahkan hari ini aku telah membuat orang-orang disekelilingku kecewa. Maafkan mereka yang telah membenciku, maafkan mereka yang telah mengejekku, terkhusus maafkan orangtuaku yang telah memarahiku.

      Terus terjerat dalam penat. Tak tahu apa yang kufikirkan, bahkan bingung dengan apa yang kuperbuat saat itu. Hingga, sangat terasa hembusan udara yang keluar dari hidung kecilku. Tuhan sangat luar biasa, tak dapat seorang pun meremehkan ciptaan Nya. Setitik yang dibuat Nya, selalu mengalahkan hati kecil ini untuk tetap bersyukur akan kehidupan yang Ia berikan. Semua masalah yang kualami, selalu terbalas dengan indahnya rintikan hujan yang seakan berlomba dengan air mata ini. 

       Menangis memang satu dari caraku mengalahkan kesedihan akan ujian dan rezeki dari Nya. Dan hujan terkadang menemaninya. Terimakasih Tuhan, rintik dariMu akan menguatkanku agar aku dapat hidup setegar cinta ayah dan ibuku.